Sudah Kenal Tanda Kanker Payudara? Yuk, Kenali Lebih Dini menyambut Pink October!
Sudah Kenal Tanda Kanker Payudara? Yuk, Kenali Lebih Dini menyambut Pink October!

Sudah Kenal Tanda Kanker Payudara? Yuk, Kenali Lebih Dini menyambut Pink October!

Fakta Tentang Kanker Payudara

Kanker payudara terjadi ketika sel-sel di jaringan payudara tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor ganas (Malignant). Ini merupakan jenis kanker yang paling umum menyerang wanita di seluruh dunia, meskipun pria juga dapat mengalaminya dalam kasus yang jarang (sekitar 0,5–1% dari seluruh kasus).

Menariknya, sekitar setengah dari seluruh kasus kanker payudara terjadi pada wanita tanpa faktor risiko khusus selain jenis kelamin dan usia. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan kesadaran bagi semua wanita, bukan hanya mereka yang dianggap berisiko tinggi.

Jenis Kanker Payudara yang Umum

Kanker payudara memiliki beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda. Mengetahui jenis kanker membantu dokter menentukan pemeriksaan dan pilihan penanganan yang sesuai.

  1. Ductal Carcinoma In Situ (DCIS) - Kondisi non-invasif di mana sel abnormal ditemukan di lapisan saluran susu (duct) payudara. Karena sel-sel ini masih terbatas pada saluran dan belum menyebar ke jaringan di sekitarnya, DCIS sering disebut sebagai tahap 0.
  2. Lobular Carcinoma In Situ (LCIS) - Kadang disebut juga lobular neoplasia. LCIS biasanya tidak dianggap sebagai kanker invasif, tetapi menjadi tanda bahwa seseorang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara invasif di masa depan. (Beberapa varian seperti pleomorphic LCIS mungkin memerlukan penanganan lebih agresif.)
  3. Invasive Ductal Carcinoma (IDC) - Jenis kanker payudara invasif yang paling umum. IDC dimulai di saluran susu, kemudian menembus dinding saluran dan dapat menyerang jaringan sekitar serta menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain.
  4. Invasive Lobular Carcinoma (ILC) - Bermula di lobulus (kelenjar penghasil susu). Seperti kanker invasif lainnya, ILC dapat menyebar ke luar payudara dan terkadang sulit terdeteksi melalui pemeriksaan pencitraan tertentu.

Tanda Peringatan

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami benjolan baru atau penebalan di payudara atau ketiak, perubahan bentuk atau ukuran payudara, kulit mengerut atau kemerahan, puting masuk ke dalam, keluar cairan tidak normal (bukan ASI), nyeri payudara yang menetap, atau perubahan kulit di sekitar puting.

Menemukan perubahan bukan berarti pasti kanker. Namun, jangan abaikan perubahan yang tidak biasa. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi yang tepat.

Faktor Risiko
Beberapa faktor yang telah terbukti meningkatkan risiko meliputi:

  • Jenis kelamin wanita
  • Usia yang semakin bertambah
  • Perubahan gen bawaan (BRCA1/2)
  • Riwayat keluarga dengan kanker payudara
  • Kepadatan jaringan payudara tinggi
  • Kelebihan berat badan (terutama setelah menopause)
  • Konsumsi alkohol

Ada juga bukti bahwa kebiasaan merokok dan pola makan tidak sehat dapat sedikit meningkatkan risiko.

Bagaimana Cara Mendeteksi Kanker Payudara?

1.     Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

Kenali kondisi payudara secara rutin dengan memperhatikan perubahan seperti benjolan, perubahan bentuk atau ukuran, perubahan kulit, puting tertarik ke dalam, atau keluarnya cairan yang tidak biasa. Jika menemukan perubahan yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter.

2.      Konsultasi dokter
Dokter akan menilai keluhan, riwayat kesehatan, dan faktor risiko.

3.      Mammografi
Pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk membantu menemukan perubahan pada jaringan payudara.

4.      USG payudara
Dapat digunakan untuk mengevaluasi area tertentu pada payudara dan membantu membedakan karakteristik benjolan.

5.      Biopsi
Jika ditemukan area yang mencurigakan, dokter dapat merekomendasikan biopsi untuk memastikan diagnosis melalui pemeriksaan jaringan.

Jenis dan waktu pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan usia, faktor risiko, gejala, serta rekomendasi dokter.

Pencegahan
Tidak ada cara yang benar-benar menjamin pencegahan, namun risiko dapat dikurangi dengan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, membatasi konsumsi alkohol, berhenti merokok, dan menjalani pemeriksaan sesuai anjuran medis.

Bagi individu dengan risiko genetik tinggi, dapat mempertimbangkan opsi medis untuk menurunkan risiko setelah berkonsultasi dengan ahli genetika.

Pilihan Pengobatan Kanker Payudara

·       Operasi

·       Radioterapi

·       Kemoterapi

·       Terapi hormon

·       Terapi target

·       Imunoterapi pada kondisi tertentu

Tidak semua pasien membutuhkan jenis pengobatan yang sama. Pilihan terapi bergantung pada jenis dan stadium kanker, karakteristik tumor, kondisi pasien, serta hasil pemeriksaan.

Luangkan waktu untuk mengenali tubuh Anda, memahami faktor risiko, dan melakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan. Jangan menunggu sampai keluhan menjadi semakin berat untuk mulai peduli.

Sudah waktunya menjadikan deteksi dini sebagai bagian dari perhatian Anda terhadap kesehatan.

Kenali risikonya. Perhatikan perubahannya. Konsultasikan jika ada yang tidak biasa.

Butuh informasi mengenai pemeriksaan kanker payudara atau ingin berkonsultasi mengenai pilihan pemeriksaan di luar negeri? Hubungi iMedical dan dapatkan bantuan dalam mengatur konsultasi serta pemeriksaan Anda.